Sabtu, 10 Oktober 2009

PROFIL DIRI

Tugas: Bahasa Indonesia
Dosen: DRS Sugito Marto diwiryo

Muhammad Pandutomo dilahirkan pada tanggal 14 Juni 1988 di Kampung Jawa, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Muhammad Pandutomo sebagai anak ketiga (bungsu) dari 3 bersaudara dari orang tua yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil. Ayah bernama Drs Daliyo, MA adalah seorang Peneliti di Pusat Penelitian Kependudukan – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPK-LIPI) di Jakarta. Ibu bernama Sri Pujiastuti, SMHk adalah Karyawati di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Jakarta. Saudara kandung Muhammad Pandutomo adalah Gadang Priyotomo ST, MSi (28 tahun), Dadyo Satriyotomo S.Kom (24 tahun).

Muhammad Pandutomo mengawali pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 01 Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, selesai dan lulus pada tahun 2001. Kemudian melanjutkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri No. 163 Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan lulus pada tahun 2004. Selanjutnya meneruskan di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah No. 4, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur dan lulus pada tahun 2007). Saat ini Muhammad Pandutomo sedang mengikuti kuliah di Universitas Gunadarma, mengambil Program S1 Fakultas Ekonomi, Jurusan Ekonomi Manajemen Semester V. Muhammad Pandutomo juga pernah mengikuti kursus Value Plus 2000 Basic Edition di Lembaga Pengembangan Manajemen dan Akuntansi, Universitas Gunadarma pada bulan Agustus 2009.

Hobi Muhammad Pandutomo adalah olah raga futsal dan olah raga bola basket. Hobi tersebut dilakukan sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sebagai kegiatan Ekstra Kulikuler. Sesuai dengan bidang studi yang sedang diikuti dan ditekuni, Muhammad Pandutomo memiliki cita-cita ingin menjadi seorang Manager di bidang Bisnis.

PENGERTIAN&FUNGSI,KONSEP,KLASIFIKASI PRODUK

Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepada suatu pasar untuk memenuhi keinginan atau kebutuhan . Segala sesuatu yang termasuk ke dalamnya adalah barang berwujud, jasa, events, tempat, organisasi, ide atau pun kombinasi antara hal-hal yang baru saja disebutkan.

KONSEP PRODUK TOTAL

Konsep produk total adalh keseluruhan manfaat (kualitas, reputasi, cara pembayaran, informasi, jasa pengiriman, pembungkusan, cra pembayaran,jaminan, dsb) atas produk yg ditawarkan (produsen) kepada konsumen.

KONSEP TINGKATAN PRODUK:

Rancangan produk adalah pemahaman produsen sebagai usaha utk memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen kemudian menjabarkan persepsi dan preferensi konsumen melalui rancangan produknya.

Rancangan Produk total meliputi lima tingkatan:

1. PRODUK UTAMA (Core Benefit) : Adalah manfaat yg sebenarnya di butuhkan dan akan dikonsumsi oleh pembeli dari setiap produk.

2. PRODUK GENERIK (Gneric Product) : Adalah produk dasar yg mampu memenuhi secara fungsional (minimal agar berfungsi) produk.

3. PRODUK HARAPAN (Expected Product) : Adalah produk formal yg ditawarkandengan berbagai atibut dan kondisinya yg secra normal (layak) diharapkan dan disepakati dibeli.

4. PRODUK PELENGKAP (Augmented Product) : Adalah berbagai atribut produk yg dilengkapi atau ditambahkan berbagai manfaat sehingga memberikan tambahan kepuasan dan mampu dibedakan dengan produk pesaing.

5. PRODUK POTENSIAL (Potential Product) : Adal;ah kondisi produk yg mempunyai peluang dan dipersiapkan utk dikembangan dimasa depan.

KLASIFIKASI PRODUK

Produsen melakukan klasifikasi bertujuan utk memperoleh kekelompok produk yg berorilaku seragam atau hamper seragam. Klasifikasi yg paling umum dilakukan adalah membedakan berdasarkan siapa konsumennya dan untuk apa produk tersebut di konsumsi. Menurut basis ini, produk dibedakan menjadi produk konsumen (consumer’s goods) dan produk industrial (industrial’s goods).

PRODUK KONSUMEN

Produk konsumen adalah produk-produk yg dikonsumsi utk kepentingan konsumen (akhir) dan keluarganya sendiri. Untuk dasar perencanaan pemasarn, produk konsumen dibedakan:

Ø CONVENIENCE PRODUCTS, Adalah produk konsumen yg sering diperlukan tanpa banyak memerlukan usaha. Menurut pandangan konsumen (bukan krn sifat produknya), produk konsumen konvenien, dibedakan lagi menjadi tiga katagori:

· STAPLES (Produk konsumen konvenien kebutuhan sehari-hari yg sering danrutin dibeli).

· IMPULSE PRODUCTS (Produk konsumen konvenien yg sering dibeli tanpa perencanaan sebelumnya krn teringat atau terlihat pada saat berbelanja).

· EMERGENCY PRODUCTS (Produk konsumen konvenien yg harus dibeli dgn segera.

Ø SHOPPING PRODUCTS, Adalah produk konsumen konvenien yg berharga bagi konsumen.

Berdasarkan usaha membandingkannya, produk shopping dibedakan:

· HOMOGENEOU PRODUCTS

· HETROGENOUS PRODUCTS

Ø SPECIALTY PRODUCTS Adalah produk konsumen yg benar-benar diperlukan konsumen, sehingga bersedia secara khusus (special) utk memperolehkan.

· NEW UNSOUGHT GOODS

· REGULARLY UNSOUGHT GOODS

PRODUK INDUSTRIAL

Produk industrial adalah produk-produk yg dikonsumsi oleh Industriawan (konsumen antara) utk kepentingan lain, yaitu utk diubah,diproduksi menjadi produk lain kemudian dijual kembali (oleh Produsen).

KLASIFIKASI PRODUK INDUSTRIAL:

Atas dasar kontribusinya terhadap produk akhr, produk industrial dibedakan menjadi:

1) RAW MATERIAL & PARTS, Adalah produk industrial yg semuanya merupakan bahan dasar utama pembentuk produk akhir.

· RAW MATERIAL

· COMONENT MATERIAL & PARTS

2) CAPITAL ITEMS, Adalah kekayaan utama yg sebagain dari investasinya diperhitungkan utk menghasilkan produk akhir.

· INSTALASI

· PERKAKAS PELENGKAP

3) SUPPLIES & SRVICES:

SUPPLIES Adalah produk-produk industrial yg tdk menjadi bagian dari produk akhr, tetapi diperlukan utk kelancaran operasioanalnya.

· MAINTENANCE,REPAIR

· OPERATING SUPPLIES.

PROFESSIONAL SERVICES Adalah berbagai jasa bisnis professional yg membantu kegiatan usaha.

Berdasarkan fungsinya produk dibedakan menjadi tiga level.

v Level pertama adalah core product yaitu suatu produk yang fungsinya merupakan alasan dasar konsumen untuk membelinya. Contoh sederhana dari core product adalah pakaian, fungsinya dasarnya untuk melindungi tubuh manusia.

v Actual product adalah fitur-fitur yang ada pada produk untuk menambah nilainya. Misal desain yang menarik, nama merk, dan kemasan.

v Augmented product adalah tambahan manfaat-manfaat yang tidak terpikirkan oleh konsumen tapi akan memberi kepuasan bagi mereka, seperti garansi.

HARGA PENGERTIAN,FUNGSI,TUJUAN,FAKTOR,TAHAP,STRATEGI-STRATEGI


Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan untuk mendapatkan hak menggunakan barang. Terkadang besar kecilnya harga merepresentasikan kualitas dari suatu barang. Dalam kasus keputusan pembelian yang kompleks, konsumen cenderung kurang sensitifterhadap harga untuk suatu merek produk tertentu.

FUNGSI HARGA

· Sumber pendapatan dan keuntungan perusahaan utk pencapaian tujuan produsen.

· Pengendali tingkat permintaan dan penawaran.

· Mermpengaruhi program pemasarn dan fungsi-fungsi bisnis lainnya bagi perusahaan.

· Mempengaruhi perilaku konsumsi dan pendapatan masyarakat.

FAKTOR PENENTU HARGA


Penentuan harga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

Faktor Internal meliputi:

1. Tujuan pemasran (biaya, penguasaan pasar, dan usaha).

2. Strategi marketing-mix (aspek harga dan non-harga).

3. Organisasi (struktur, skala, dan tipe).

Faktor Eksternal meliputi:

1. Elastisitas permintaan dan kondisi persaingan.

2. Harga pesaing dan reaksi pesaing terhadap perubahan harga.

3. Lingkungan eksternal yg lain, lingkungan mikro.



TAHAP PENENTUAN HARGA:

1. Memilih tujuan dan orientasi harga

2. Memperkirakan permintaan produk dan perilakunya

3. Memperkirakan biaya dan perilakunya

4. Melakukan analisis perilaku pesaing

5. Menentukan strategi harga

6. Menyesuaikan harga akhir

TUJUAN HARGA

1. Perusahaan yang mempertimbangkan biaya akan bertujuan utk mengendalikan keuntungan.

2. Perusahaan yang mempertimbangkan permintaan pasar akan bertujuan utk mengendalikan penjualan.

3. Perusahaan yang mempertimbangkan persaingan harga akan bertujuan utk mengendalikan persaingan.

STRATEGI-STRATEGI HARGA:

1. STRATEGI HARGA BERORIENTASI KEPADA BIAYA

Strategi harga yang berorientasi kepada biaya akan mendasarkan pada perhitungan biaya (tetap atau variable) dan menentukan target keuntungan yang diinginkan (atau target pengembalian investasi) untuk dapat menetapkan harga.

HARGA BERDASARKAN TINGKAT KEUNTUNGAN TERTENTU:

Harga ditentukan menurut perhitungan biaya dan target keuntungan yang diharapkan. Besarnya keuntungan dapat merupakan prosentase dari biaya (cost-plus),harga peroleh (mark-up), atau harga jualnya.

HARGA BERDASARKAN TINGKAT PENGEMBALIAN INVESTASI

Selain target keuntungan, tingkat pengembalian investasi (ROI) juga diperhitungkan untuk menghitung harga.

HARGA BERDASARKAN KEUNTUNGAN MAKSIMUM:

Keuntungan maksimum merupakan target perusahaan yanga akan dicapai melalui penetapan harga jual produk. Teori ekonomi menyatakan bahwa tingkat keuntungan maksimum akan dicapai pada keadaan marjinal pendapatan sama denganmarjinal biaya. Metode yang dapat dipergunakan untuk mencapai target tersebut adalh dengan:

  • COST PLUS PRICING
  • MARK-UP PRINCING
  • BREAK-EVEN ANALYSIS
  • MAXIMUM PROFIT MODEL

2. STRATEGI HARGA BERORINTASI KEPADA PERMINTAAN

Penetapan harga yang berorintasikan kepada permintaan akan mempertimbangkan kondisi permintaan pasar. Harga akan diserap apabila permintaan. Atau dengan kata lain, harga dapat ditetapkan sesui atau menrut tingat permintaannya. Dengan mempertimbangkan permintaan pasar, maka strategi harga ini dapat diarahkan untuk mencapai tingkat atau pertumbuhan penjualan atau market-share.

  • DISKRIMINASI HARGA
  • PERCEIVED VALUE PRICING

3. STRATEGI HARGA BERORIENTASI KEPADA PERSAINGAN

Harga akan bertahan pada pasar persaingan apabila memperhatikan harga-harga pesaingnya (price competition) terutama price leadernya. Pada penawaran pekerjaan secara lelang, harga ditetapkan dengan memperkirakan harga pesaingnya (bid pricing).

· GOING RATE PRICING

· BID PRICING


Referensi: Teguh Budiarto "Dasar Pemasaran" penerbit Gunadarma,1993

SEGMESTASI, TARGET PASAR, DAN PENENTUKAN POSISI PRODUK

Identifikasi target pasar adalah merupakan langkah awal yg dibutuhkan dalam perencanaan dan pengembangan strategi pemasaran. Dalam situasi di mana konsumen menghadapi banyak pilihan, maka kesuksesan pemasaran produk akan banyak ditentukan oleh kesesuaian produk dengan kebutuhan konsumen pada segmen tertentu. Dalam pasar kosmetik di Indonesia misalnya, kelompok remaja putrid masih menjadi sorotan dari banyak baik dalam negeri maupun luar negeri.

STRATEGI SEGMENTASI PASAR

Ada dua komponen dasar dalam segmentasi pasar, strategic dan analitis. Strategi pasar dimaksudkan untuk mengarahkan kegiatan pemasaran pada segmen yg dipilih atas dasar kebutuhan dan karakteristik tertentu. Sedangkan analisis segmentasi pasar dimaksudkan utk menentukan target atau sasaran pasar pada segmen yg dipilih. Ini berarti analisis dan segmen pasar harus ditentukan lebih dahulu sebelum strategi pemasarn dapat dilaksanakan.

Dasar Pemikiran segmentasi

Alasan mendasar segmentasi Pasar adalah bahwa konsumen mempunyai perbedaan kebutuhan dalam setiap produk dan oleh kerenanya konsumen akan memberi reaksi yg berbeda utk setiap produk yg ditawarkan kepadanya.


Segmentasi Pasar Versus Agregasi Pasar

Pada perkembangan awal, kegiatan pemasaran diarahkan utk mengenalkan satu jenis produk utk keseluruhan pasar. Cara semacam ini dikenal dgn agregasi pasar, karena tdk membeda-bedakna diantara berbagai kelompok konsumen. Sedangkan segmentasi pasar membutuhkan pendekatan yg terpecah-pecah utk melayani pasar. Artinya, perusahaan menawarkan beberapa alternative produk utk segmen tertentu ; memisahkan kegiatan pengiklan,promosi penjualan, dan bahkan penetapan harga yg berbeda utk kelomopok konsumen yg berbeda.

Sedangkan manfaat utma yg diperoleh dengan strategi segmentasi pasar secara umum dapat dibagi kedalam lima hal:

  1. Segmentasi pasar dapat memperbaiki proses alokasi sumberdaya pemasran yg dimiliki perusahaan. Dengan jumlah dana promosi yg sama dpt meningkatkan penjualan dan keuntungan jika dialokasikan pada segmen pasar yg tertentu yg sesuai.
  2. Segmentasi memungkinkan pemasaran melakukan proses identifikasi kesempatan pemasaran dengan cara lebih baik.
  3. Segmentasi memberi arah yg jelas bagi perencanaan kampanye pemasaran utk kelompok konsumen yg menjadi sasaran pasar.
  4. Segmentasi juga menjadi dara bagi upaya menempatkan produk dalam persaingan.
  5. Segmentasi pasar memberikan memberikan arah pengembangan produk perusahan.

BEBERAPA TIPE STRATEGI SEGMENTASI

Tiga alternative atau tipe strategi segmentasi pasar yg dapt dipergunakan oleh para pemasar adalah: concentrated segmentation, differentiated segmentation, dan undifferentiated segmentation.

v Concentrated Segmentation

Segmentasi yg terkonsentrasi dilakukan dengan mengarahkan satu jenis produk untuk satu segmen pasar. Itu sebabnya segmentasi terkonsentrasi sering juga terkenal dengan strategi ceruk pasar (niche market strategy).

v Differentiated Segmentation

Dalam strategi segmentasi yg dilakukan pembedaan (differentiated segmentation),perusahaan memperkenalkan produk yg berbeda utk beberapa segmen pasar.

v Undifferentiated segmentation

Strategi segmentasi yg tidak mengharuskan pembedaan ini terjadi apabila perusahaan mengarahkan produk yg sama utk beberapa segmen pasar secara simultan

BEBERAPA DIMENSI DALAM MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR

Sampai dengan saat ini tidak ada satu cara terbaik dalam melakukan segmentasi pasar. Seorang pemasar justru harus mencoba berbagai kombinasi variable segmentasi yg cocok dengan struktur pasar yg dihadapi.

v Segmentasi Geografis

Segmentasi geografis dilakukan dgn cara mengelompokkan konsumen yg tersebar di berbagai wilayah ke dalam kelompok konsumen tertentu atas dasar unit geografis sperti misalnya propinsi,kabupaten,kota,arah mata angin.

v Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis dilakukan dengan cara mengelompokan konsumen atas dasar variable demografis seperti misalnya umur,jenis kelamin,jumlah anggota keluarga,dll.

v Dimensi Segmentasi Pasar Organisasional

Pasar organisasional dapat disegmentasi dengan menggunakan sebagian variable yg sama seprti halnya pasar konsumen akhir. Artinya pembeli organisasional dapat dikelompokkan atas dasar geografis atau manfaat yg diperoleh.

KRITERIA UNTUK MELAKUKAN SEGMENTASI PASAR

Idealnya, segmen pasar yg dipilih untuk kemudian dipergunakan sbg target pasar memenuhi beberapa criteria sbg berikut:

· Kesamaan di dalam (homogeneous within). Artinya, konsumen pada segmen pasar yg dipilih menunjukkan kemungkinan yg sama dalam memberikan respon terhadap rangsangan bauran pemasaran

· Adanya perbedaan antara diantara konsumen (heterogeneous between). Artinya,konsumen dalam segmen yg berbeda hendaknnya dilihat sbg konsumen yg berbeda hendaknya dilihat sbg konsumen yg berbeda atas dasar kemungkinan respon yg diberikan dari rangsangan bauran pemasaran yg diberikan.

· Substantial. Artinya, segmen pasar yg dipilih hendaknya cukup besar dan diperkiran dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahan.

· Operasioanal. Artinya, dimensi yg dipergunakan utk melakukan segmentasi pasar benar-benar bermanfaat dalam mengidentifikasi konsumen dan variable bauran pemasarn.

PENENTUAN POSISI PRODUK DALAM PERSAINGAN

Penantuan posisi produk (product positioning) yg dimaksudkan dalam hal ini adalah menciptakan image produk dalam benak konsumen relative terhadap produk pesaing. Secara umum. Mercedes dan Cadillac adalah perusahaan otomotif yg menempatkan diri sbg produsen kendaraan mewah, sedang BMW dan Porsche menekankan pada kinerja. Satu contoh penempatan posisi produk yg pada akhirnya juga dipergunakan sebagai cirri atau identitas perusahaah dilakukan oleh Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI).

v Strategi Positining

Manajer Pemasaran dapat menggunakan beberapa strategi positioning antara lain: menekankan pada atribut produk, manfaat produk, kelompok pengguna, atau bahkan menyerang pesaing. Produsen sepeda motor Honda misalnya, menempatkan produknya sbg kendaraan yg hemat bahan baker dan harga purna jual tinggi. Sedangkan Johnson & Johnson menggunakan kelompok pengguna sbg dasar utk positioning. Pangsa pasar utk baby shampoo dpt ditingkat dgn cara menempatkan produk shmpoo tdk hanya trbatas bagi anak-anak saja, tetapi juga utk masyarakat dewasa dan bahkan orang tua.

Selasa, 22 September 2009

Konsep Dasar Pengambilan Keputusan Manajemen

tugas mata kuliah: pengantar teknologi sim


Latar Belakang

Manajemen membutuhkan informasiormasi sebagai dasar pengambilan keputusan mereka. Sistem informasiormasi mempunyai peranan yang penting dalam menyediakan informasiormasi untuk manajemen setiap tingkatan. Tiap- tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasiormasi yang berbeda. Oleh karena itu untuk dapat menyediakan informasiormasi yang relevan dan berguna bagi manajemen, maka pengembang sistem informasiormasi harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya.

Konsep dasar pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan adalah memilih satu atau lebih diantara sekian banyak alternatif eputusan yang mungkin. Alternatif keputusan meliputi keputusan ada kepastian,keputusan berisiko , keputusan ketidakpastian dan keputusan dalam konflik.

Keputusan bisa berulang kali dibuat secara rutin dan dalam bentuk persoalan yang sama sehingga mudah dilakukan Keputusan yang sehingga mudah dilakukan. Keputusan yang dihadapi mungkin serupa dengan situasi yang pernah dialami, tetapi ada ciri khusus dari permasalahan yang baru timbul

Teori pengambilan keputusan

· Keputusan yang baru mungkin, persoalan baru yang belum pernah dialami sebelumnya.

· Salah satu komponen terpenting dari proses pembuatan keputusan adalah kegiatan pengumpulan informasiormasi darimana suatu apresiasi mengenai situasi keputusan dapat

· dibuat

· Pembuat keputusan bisa perorangan atau kelompok baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan kelompok

· Lingkungan keputusan dapat sampai tak terbatas

Empat kategori keputusan

1. Keputusan dalam keadaan ada kepastian (certaininty)

Suasana dikatakan certainty jika semua informasiormasi yang diperlukan untuk membuat keputusan diketahui secara sempurna dan tidak berubah. Sebagai contoh dalam merumuskan model.

2. Keputusan dalam keadaan resiko (risk)

Suasana dikatakan risk jika informasiormasi sempurna tak tersedia, tetapi seluruh peristiwa yang akan terjadi beserta probabilitasnya diketahui. Untuk mempelajari keputusan dalam suasana risk, pemahaman teori probabilitas amat berperan

3. Keputusan dalam keadaan ketidakpastian (Uncertainty)

Suasana dikatakan uncertainty jika seluruh peristiwa yang mungkin terjadi diketahui, tetapi tanpa mengetahui probabilitasnya masing masing.

4. Keputusan dalam keadaan ada konflik (conflict)

Suasana konflik muncul jika kepentingan dua atau lebih pengambil keputusan berada dalam pertarungan. Satu pihak pengambil keputusan tidak hanya memikirkan pada tindakannya sendiri, tetapi juga tertarik pada tindakan pesaing.

Tipe kegiatan managemen berdasarkan tingkatan managemen

1. Perencanaan strategic

Perencanaan strategic merupakan kegiatan manajemen tingkat atas, sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi, penerapan tujuan organisasi, dan penentuan strategi-strategi.

Proses evaluasi lingkungan luar organisasi dapat mempengaruhi jalannya organisasi, oleh karena itu manajemen tingkat atas harus pandai mengevaluasinya, harus dpt bereaksi thd kesempatan2 yang diberikan oleh lingkungan luar, misal produk baru, pasar baru. Selain itu manajemen tingkat atas hrs tanggap terhadap tekanan2 dari lingkungan luar yang merugikan organisasi dan sedapat mungkin mengubah tekanan menjadi kesempatan.

Penetapan tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi berdasarkan visi yang dimiliki oleh manajemen. Misalnya tujuan perusahaan adalah dlm waktu 5 thn menjadi penjual terbesar didalam industri dgn menguasai 60% pasar.

Penentuan strategi adalah Manajemen tingkat atas menentukan tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuanunya. Dengan strategi semua kemampuan yang berupa sumberdaya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.

2. Pengendalian manajemen

Pengendalian manajemen merupakan sistem untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Ini merupakan tingkatan taktik (tactical Level), yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yang dijalankan biasanya bersifat jangka pendek 1 thn.

Proses pengendalian manajemen terdiri dari : pembuatan program kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran, pelaporan dan analisis.

3. Pengendalian operasi

Pengendalian operasi adalah sistem untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ini merupakan penerapan program yang telah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi dilakukan dibawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan pada tugas tingkat bawah.

Tipe Keputusan Managemen

Pengambilan keputusan ( Decision making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe :

1. Keputusan terprogram/keputusan terstruktur adalah keputusan yang berulang-ulang dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

2. Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yang terperinci. Contoh Keputusan membeli sistem komputer yang lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

3. Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yang tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasiormasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yang jarang terjadi.

Tipe Informasi

Sistem informasiormasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasiormasi berupa laporan keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yang lebih penting di dalam menyediakan informasiormasi bagi manajemen untuk fungsi perencanaan, alokasi sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Sistem informasiormasi menyediakan 3 macam tipe informasiormasi :

1. Informasiormasi pengumpulan data (Scorekeeping informasiormation) adalah informasiormasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan. Berguna bagi manajer bawah untuk mengevaluasi kinerja personil-personilnya.

2. Informasiormasi Pengarahan perhatian (attention directing informasiormation) adalah membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang, ketidakberesan. Informasiormasi ini membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan yang terjadi.

3. Informasiormasi Pemecahan masalah (Problem Solving informasiormation) adalah informasiormasi untuk membantu para manajer atas mengambil keputusan memecahkan permasalahan yang dihadapinya. Problem solving biasanya dihubungkan dgn keputusan yang tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas.

Karakteristik Informasi

Untuk mendukung keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen, maka manajemen membutuhkan informasiormasi yang berguna. Untuk tiap-tiap tingkatan manajemen dengan kegiatan yang berbeda-beda, dibutuhkan informasiormasi yang berbeda-beda pula, karakteristik informasiormasi ini antara lain :

1. Kepadatan Informasiormasi : untuk manajemen tingkat bawah, karakteristik informasiormasinya adalah terperinci(detail) dan kurang padat, karena terutama digunakan untuk pengendalian operasi. Sedang untuk manajemen yang lebih tinggi tingkatannya, mempunyai karakteristik informasiormasi yang semakin tersaring(terfilter), lebih ringkas dan padat.

2. Luas Informasiormasi : manjemen bawah karakteristik informasi. Adalah terfokus pada suatu masalah tertentu, karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang khusus. Untuk manajer tingkat tinggi, karakteristik informasi yang semakin luas, karena manajemen atas berhubungan dengan masalah yang luas.

3. Frekuensi informasiormasi : Manajemen tingkat bawah frekuensi informasi yang diterimanya adalah rutin, karena digunakan oleh manajer bawah yang mempunyai tugas yang terstruktur dgn pola yang berulang-ulang dari waktu ke waktu. Manajem tingkat tinggi, frekuensi informasiormasinya adalah tidak rutin atau adhoc (mendadak), karena manajemen atas berhubungan dengan pengambilan keputusan tidak terstruktur yang pola dan waktunya tidak jelas.

4. Waktu Informasiormasi : Manajemen tingkat bawah, informasi yang dibutuhkan adalah informasi historis, karena digunakan oleh manajer bawah di dalam pengendalian operasi yang memeriksa tugas rutin yang sudah terjadi. Untuk manajemen tingkat tinggi, waktu informasi lebih ke masa depan berupa informasi prediksi karena digunakan untuk pengambilan keputusan strategik yang menyangkut nilai masa depan.

5. Akses Informasiormasi : Level bawah membutuhkan informasi yang periodenya berulang-ulang, sehingga dapat disediakan oleh bagian sistem informasi yang memberikan dalam bentuk laporan periodik. Dengan demikian akses informasi tidak dapat secara on line, tetapi dapat secara offline. Sebaliknya untuk level lebib tinggi, periode informasi yang dibutuhkan tidak jelas, sehingga manajer tingkat atas perlu disediakan akses online untuk mengambil informasi kapanpun mereka membutuhkan.

6. Sumber Informasiormasi : Karena manajemen tingkat bawah lebih berfokus pd pengendalian internal perusahaan, maka manajer2 tingkat bawah lebih membutuhkan informasi dgn data yang bersumber dari internal perusahaan sendiri, tetapi manajer tingkat atas lebih berorientasi pada masalah perencanaan strategik yang berhubungan dengan lingkungan luar perusahaan, shg membutuhkan informasi dgn data yang bersumber pd eksternal perusahaan.

Peran Managemen Menurut Henry Mintzberg

1. Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari :

· Figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi untuk kegiatan2 diluar organisasi.

· pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi, mengendalikan, memotivasi, dan mendukung bawahan- bawahannya.

· penghubung (liaison) : manajer menghubungkan personal2 di semua tingkatan manajemen.

2. Peran Informasiormational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasiormasi yang paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasiormasi keseluruh personal di organisasi. Peran informasiormasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan2 tentang informasiormasi yang dimilikinya.

3. Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer, sebagai orang yang menangani gangguan, sebagai orang yang mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi, dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi.

Tahapan Pengambilan Keputusan

Simon (1960) memperkenalkan empat aktivitas dalam proses pengambilan keputusan :

1. Intelligence : Pengumpulan informasiormasi untuk mengidentifikasikan permasalahan.

2. Design : Tahap perancangan solusi dalam bentuk alternatif2 pemecahan masalah.

3. Choice : Tahap memilih dari solusi dari alternatif2 yang disediakan.

Implementation : Tahap melaksanakan kputusan dan melaporkan hasilnya.

Strategi Pemasaran Minuman Isotonik Mizone

STRATEGI PEMASARAN MIZONE DENGAN MARKETING MIX

Marketing mix merupakan suatu alat marketing yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan marketing dalam pasar target. Mizone sebagai pendatang baru minuman isotonik menunjukkan eksistensinya dengan mengoptimalkan unsur 4 P marketing mix (Produk, Harga, Distribusi, Promosi) yang kompetitif . Launching produk pada saat yang tepat, variasi rasa yang disukai konsumen, harga yang terjangkau semua kalangan, ketersediaannya yang merata hampir di seluruh pelosok, serta strategi promosi yang edukatif dan kreatif mampu mereduksi pangsa pasar market leader minuman isotonik (Pocari Sweat) sebesar 30% dan menempati urutan kedua market share kategori minuman isotonik.

Strategi Marketig Mix PT Danone Aqua terhadap Mizone

1) Produk (product)

Mizone yang diproduksi oleh Danone Aqua merupakan kategori minuman isotonik bernutrisi. Diluncurkan pertama kali pada 27 September 2005 di Surabaya dengan rasa orange lime yang menyegarkan, rasa passion fruit yang memanjakan selera, dan pada Juni 2008 meluncurkan varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Mengandung Hydromaxx yaitu : Vitamin B1, B3, B6, dan B12 untuk membantu metabolisme karbohidrat menjadi energi, Vitamin C, sebagai antioksidan untuk menjaga kahidupan sel dalam tubuh, dan elektrolit untuk menggantikan mineral yang hilang akibat pengeluaran keringat. Bahan dasar Mizone menggunakan air mineral Aqua dan sari buah alami melalui proses kristalisasi. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah terkenal di Australia, New Zealand, dan Cina.

Pada November 2006 Mizone dilanda krisis karena tidak menantumkan salah satu bahan pengawet (natrium benzoat) dalam kemasannya. BPOM memberikan tenggat waktu hingga Desember 2006 agar Mizone menarik produknya dari pasaran dan memperbaiki label pada kemasan. Pada saat itu, Mizone sudah beredar di 30 depo, 50 distributor dan 1 juta outlet di seluruh Indonesia. Penjualan turun drastis sedikitnya Rp 35 miliar perhari. Untuk mengembalikan kepercayaan konsumen, Mizone melakukan edukasi kepada konsumen melalui promosi baik below the line maupun above the line.

2). Harga (Price)

Dari segi harga, Mizone sangat kompetitif sekitar Rp 2.500 untuk isi 500 mL, jika dibandingkan dengan isotonik dalam kemasan kaleng yang yang harganya sekitar Rp 3.300 untuk isi 330 ml .

3). Distribusi (Place)

Distribusi Mizone berorientasi nasional menggunakan jalur distribusi Aqua yang sangat luas, kuat di pasar tradisional (mudah dijumpai di warung dan toko-toko yang menjual produk Aqua). Sampai ada suatu istilah di kalangan distributor “di mana ada Aqua, disitu ada Mizone”.

4). Promosi (Promotion)

Target pasar Mizone adalah semua kalangan umur, namun dalam kampanyenya lebih ditujukan kepada kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivtas yang dinamis. Mizone melakukan kampanye besar-besaran lewat placement iklan di televisi (TV), radio, media cetak, dan media luar ruang. Belanja iklan Mizone sepanjang 2006 paling besar dibandingkan kompetitornya, yaitu sebesar 46,1 milyar. Pada Agustus 2006, Mizone mengadakan sampling road show di beberapa kota besar pada pusat keramaian. Mizone memasuki sekolah dengan membuat iklan dan pembuatan logo Mizone pada lapangan olahraga (lapangan basket) serta di white board SMA ternama di beberapa kota besar.

Momen puasa (November 2006) menjadi peluang Mizone dalam mempromosikan produknya. Mizone melakukan berbagai variasi program baik di radio, games pada pusat keramaian, dan 2 iklan komersial di TV. Program “It’s Mizone Time” pada beberapa stasiun radio di Jakarta, Surabaya dan Bandung yang menawarkan kuis yang menarik serta penerbitan buletin dengan tema yang unik bertajuk “Recharge your Body during Fasting Month” yang tersebar di beberapa supermarket/ mall, masjid, kampus, dan kantor memperkenalkan Mizone pada masyarakat luas.

Memasuki tahun 2008, strategi pemasaran Mizone diarahkan untuk mengomunikasikan benefit produk. Dari sisi kreatif, Mizone berusaha keluar dengan kampanye berupa testimonial yang disebut “Tantangan Mizone Jadi 100% Kamu”. Konsumen dipiih secara acak untuk minum Mizone selama 8 hari. Kemudian, merekam aktivitas minimal 5 menit setiap hari setelah minum Mizone. Dari event itu, Mizone berhasil membuat 12 versi iklan dengan 3 konsumen berbeda. Langkah ini mampu meningkatkan interaktivitas dan customer engangement antara konsumen dengan Mizone. Memasuki Juni 2008, Mizone tetap fokus untuk mengomunikasikan benefit-nya. Kali ini, dengan menggunakan karakter animasi untuk memvisualisasikan tiga aspek benefit produknya: mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat).

PEMBAHASAN

Saat ini, dunia persaingan minuman isotonic sangat ketat. Pocari Sweat sebagai pelopor minuman isotonik masih merajai pasar. Kemudian muncul Mizone yang mulai mengancam dan dalam waktu satu tahun mampu merebut pangsa pasar konsumen minuman isotonik sebesar 30%. Persaingan pun makin ketat dengan munculnya berbagai merek minuman isotonik yang menawarkan keunggulannya masing-masing. Produsen harus pandai menyusun strategi untuk menciptakan awareness produk dan menciptakan mindset positif bagi konsumen. Sampai saat ini, Mizone masih bertahan di peringkat kedua dan terus mengoptimalkan strategi marketing mix-nya (Product, Price, Place, Promotion ) dalam merebut pangsa pasar lebih besar di bidang minuman isotonik.

Dalam hal ini, Mizone sebagai pemain baru dalam minuman isotonik menunjukkan keberhasilan strategi marketing mix yang dijalankannya. Melaunching produk pada September 2005 dalam kondisi masyarakat telah terdukasi pentingnya minuman isotonik bagi kesehatan, Mizone menawarkan produk minuman isotonik dengan 2 variasi rasa, orange lime dan passion fruit. Inovasi ini ternyata mendapat respon yang positif dari pasar. Tidak seperti kebanyakan pendatang baru di pasar isotonik yang bermain di kemasan kaleng, Mizone menjadi penantang pertama Pocari Sweat yang masuk dalam kemasan botol plastik PET berwarna biru, mudah dibawa kemana-mana, dan dengan volume yang lebih banyak, membuat konsumen menyukai produk Mizone. Keputusan yang cerdik karena dengan kemasan botol PET, Mizone bisa membidik segmen konsumen yang lebih luas, yaitu konsumen air mineral dalam kemasan botol yang jumlahnya sangat besar. Produk Pocari Sweat pun mulai meniru Mizone dengan mengemas produk mereka yang semula kaleng menjadi botol plastik. Citra Mizone juga meningkat di mata konsumen dengan menonjolkan logo perusahaan Aqua (Danone Aqua) yang sudah terkenal kualitasnya.

Penyerangan produk kompetitor terhadap Mizone karena tidak mencantumkan salah satu kandungan bahan pengawet (Natrium benzoat) dihadapi dengan langkah marketing yang strategis. Saat itu, beredar isu bahwa kandungan bahan pengawet dalam Mizone membahayakan kesehatan (menyebabkan penyakit lupus) . Sampai-sampai produk kompetitor menayangkan iklan yang berisi pernyataan “Minuman kesehatan kok mengandung bahan pengawet yang membahayakan kesehatan?”. Padahal tidak demikian kenyataannya. Kadar aman menurut Permenkes No. 722/Menkes/IX/88 adalah natrium benzoat 600 mg/liter, dan kalium sorbat 1.000 mg/liter. Sementara kandungan kedua jenis bahan pengawet tersebut pada produk Mizone jauh di bawahnya, yaitu masing-masing 100 mg/liter. Jadi, sebenarnya tidak ada masalah dengan produk. Hanya pada labelnya yang kurang jelas sehingga produknya masih aman untuk dikonsumsi.

Langkah recovery yang dilakukan Mizone cukup strategis dengan langsung menarik produk dan menggantinya dengan produk yang telah direvisi. Dengan kata lain, Mizone tidak membiarkan produknya kosong di pasar dan tetap mempertahankan availability dan juga terlihat menghindari perdebatan akibat munculnya isu yang tidak benar. Isu negatif yang melanda Mizone tidak terus dilawan, tapi disikapi dengan tindakan yang dapat mengembalikan trust konsumen. Komunikasi pemasaran yang dilakukan Mizone semakin gencar dengan memberi edukasi konsumen melalui media TV, koran, maupun sponsorship. Sehingga tahun 2006 Mizone membelanjakan 64,1 M (terbesar dibandingkan produk minuman isotonik lainnya saat itu) untuk kampanye produknya. Strategi yang dilakukan Mizone berhasil sehingga pada tahun yang sama dapat mengembalikan image produk pada jalur yang sesuai. Bahkan pada Juni 2008 Mizone meluncurkan varian baru dengan rasa lychee lemon yang sensasional. Selesai dengan isu bahan pengawet, pada tahun 2008, promosi Mizone diarahkan pada pendekatan interaktif terhadap konsumen melalui pogram “Tantangan Mizone jadi 100% Kamu” dan karakter animasi mibody (stamina), mimind (konsentrasi), dan mimood (semangat) yang mencerminkan sisi manfaat mengkonsumsi Mizone. Bahkan saat ini mizone berupaya memposisikan produknya sebagai “everyday restoration drink”, artinya minuman yang baik dikonsumsi setiap hari untuk kesehatan. Langkah promosi Mizone inilah yang menjadikan produknya kembali menjadi pilihan konsumen.

Dalam hal distribusi, Mizone menggunakan jalur distribusi Aqua yang tersebar merata di seluruh pelosok tanah air serta menjangkau berbagai kalangan. Survei yang dilakukan lembaga riset Qasa Consulting menunjukkan bahwa availibility Mizone di pasar tradisional sangat tinggi, jauh meninggalkan kompetitorny sehingga Mizone dapat dengan mudah ditemukan di warung-warung, toko, supermarket, dan pasar tradisional.

Harga Mizone yang ekonomis yaitu Rp 2500 / botol dengan volume 500 mL mampu membidik kebutuhan konsumen di semua kalangan, khususnya usia 18-35 tahun yang dalam kehidupannya penuh dengan aktivitas. Bandingkan dengan harga Pocari Sweat dalam kemasan kaleng 330 mL yang dijual seharga Rp 3300. Dengan harga sebesar itu, value Mizone menjadi lebih tinggi di mata konsumen.


Referensi :

1. www.mizone-indonesia.com